betapa bodohnya aku

Betapa bodohnya aku yang telah menyia-nyiakan permata yang terindah dimuka bumi ini, telah kurusak dan kuhancurkan.
Mata yang buta akan ketulusan hati dan kesucian cinta mu, telinga yang tuli akan jeritan tangis pilu hatimu, karena luka yang tergores oleh kebodohanku. Dan hati yang tak mau mengerti akan semua rasa yang telah melukai kalbu dan jiwamu. Owhh…….. chindtaku, masih pantaskah diri ini mendapat maaf darimu, dan juga mengharapkan ketulusan hati dan kesucian cintamu lagi. Rapuhnya hati ini saat ku tau kau begitu tersiksa oleh ego dan rsa tak ingin tau akan derita yang kau rasa. Andai ada yag dapat aku lakukan tukmenebus semua dosa-dosa ku. Mungkin penyesalan takkan cukup untuk membayar semua ini. tak satupun kebaikan yang melekat pada diri ini, hanya keburukan yang selalu menyelimuti hati.
Atau aku memang bukanlah orang yang telah kau pilih tuk mengisi kerinduan dalam lubuk hatimu
Aku baru sadar betapa berartinya senym dan tawamu dalam menghiasi hari-hariku,yang menerangiku saat gulita,yang menghadirkan keceriaan dalam sepiku. Takan mungkin aku sanggup melewati smua ini tanpa hadirmu.
Kukan selalu mengharap kerinduanmu, meski hanya secerca harapan atau bahkan harapanku akan sia-sia
“keluasan langit tiada tara”
“Seolah memberi seribu Tanya pada smesta “
“Dimana letak nuraniku selama ini”
“Namun tak ada yang mampu menjawabnya”
“Terlampau bodohnya aku”
“Yang telah melukai hatimu”
“Mungkun hati ini takan pernah mampu mengerti”
“Dan memahami apa itu arti cinta”
“Bersama kita bagai hutan dan hujan”
“Aku ada karena kau telah tercipta “
“Engkau memang begitu indah Untuk dicintai”
“Tapi terlalu berharga untuk kumiliki”

0 komentar:
Posting Komentar