Puisi dari Seorang yang Merindukan
Sejenak ku bertanya mengapa KAU berikan cinta kepada seseorang yang rapuh
Sejenak ku menjawab bila ku dapat menjawab
Kau kan tersenyum indah di atas sana
Serangkaian kata yang sangat mendalam
terbesit sanubari karena aku masih cinta
Benarkah itu sebuah jawaban ataukah
hanya sekedar ungkapan rasa kasih sayang
Ataukah jawaban itu kembali menjadi suatu pertanyaan
Tuhan tahu apa maksud dan tujuan dari semua ini
Perasaan yg menyelubungi jiwa terus berdebar tak kunjung reda
Hingga akhirnya kuterbuai dalam penantian cinta
Engkau sayangku berkata “bila ku tak ada”, bila ku tak ada
Seseorang yang amat kusayangi merasakan apa yang kau rasakan
Ujung-ujung jari bergetar seakan berteriak hindari nafas kematian
Itulah yang kan terjadi pada diri seseorang yang ku sayangi
Sejenak kembali ku bertanya pada diri
yang merindukan sang impian sejati
Apakah KAU sekedar menguji hati seseorang
yang amat sangat kusayang
Apakah kau sekedar menguji hati seseorang
Yang amat sangat kurindui
Mulut dan lidah mengatakan benar dan tidak
tapi hati tak bisa bohong
Perasaan percaya muncul jika hati dapat jua merasakan
Lebih lagi jika hati, jiwa, dan ragaku
bertemu engkau tanpa rasa kasihan
Janganlah kau membuat aku semakin goncang
Aku yang rapuh, bimbang, resah, dan tiada tujuan
mengerti apa yang kan terjadi
Bila itu terjadi padaku dari seorang yang terus bertanya-tanya
Mungkin ku kan seperti engkau yang amat kurindukan
Mengertilah wahai bunga tidurku
Aku juga mengerti tentang bagaimana keadaanmu
Aku yang tak dapat bertahan hidup
bila hal yang seperti ini terjadi padaku
Tuhan Yang Maha Pemberi Kasih Sayang
Alangkah senang dan gembiranya hatiku
bila Kau disisiku menemaniku
Tuhan Yang Maha Pembawa Berita
Alangkah bersyukurnya hatiku
bila seseorang yang kurindukan menemaniku jua
Berilah kabar untuknya dalam do’aku
bahwa ku amat sayang padanya
Berilah ketabahan hati kesejukan jiwa ketentraman impian
Agar tenang seluruh keraguan menyelimuti pikiran,
hilang terpendam janganlah tersisa
Memanglah cinta tak habis-habisnya melanda
setiap insan yang tengah dimabuknya
Ketiadaan cinta justru malah menambah
ketidakberdayaan seseorang hadir di dunia
Betapa lengkapnya suasana jiwa menyatu
akan jiwa yang lain dari perasaan cinta
Benar-benar baru kurasakan akan hidupku yang sesungguhnya
Ku merasakan cinta pada seseorang yang amat kurindukan
Ku merasakan sayang pada seseorang yang amat kuimpikan
Samakah dengan cinta dan sayangku padaMu wahai Tuhan?
Ku masih merasakan sayang pada apa yang Kau ciptakan
Tapi ku jauh dariMu wahai Tuhan Pencipta Keindahan
Janganlah Kau berikan aku jiwa yang rapuh,
jiwa yang tak tahu akan kasih sayang
Janganlah Kau pisahkan aku padanya,
berawal dari hal yang tak pernah kubayangkan
Sayangku cintaku
Bahwa cinta dan sayang hanyalah Engkau Yang Memberikan
Bahwa hidup dan mati hanyalah Engkau Yang Menentukan
0 komentar:
Posting Komentar